Gambung – baladpandawa.com
Sebagai bagian dari kegiatan pelestarian lingkungan dan penguatan kearifan lokal, sebanyak puluhan mahasiswa dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta melaksanakan kegiatan pengenalan jenis tanaman endemik dan tanaman langka di kawasan Malaberes, Gambung, Kabupaten Bandung, pada hari Sabtu, 5 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kolaboratif antara masyarakat lokal dan mahasiswa UNAS, yang bertujuan untuk mengenalkan, mengamati, dan melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya tanaman yang mulai sulit ditemukan seperti tanaman buah-buahan lokal, rempah-rempah, dan jenis-jenis tanaman langka. Salah satu fokus kegiatan ini juga adalah memantau progres kondisi pohon yang telah ditanam sejak tiga bulan yang lalu di area seluas 3 hektare.
Selain pengamatan langsung di lapangan, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif tentang pentingnya menjaga keragaman hayati dan mengenali manfaat ekologis dari setiap jenis tanaman, termasuk jenis bambu lokal yang mulai dikenalkan dan dikembangkan secara bertahap di lokasi tersebut.

Sejauh ini, telah tercatat sebanyak 201 jenis tanaman telah ditanam sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya pelestarian. Kegiatan ini bersifat swadaya, dijalankan dengan gotong royong, tanpa dukungan pendanaan besar, melainkan berjalan sesuai kemampuan dan semangat kolektif masyarakat.
Menurut salah satu koordinator kegiatan, tujuan utamanya bukan hanya menanam, tetapi juga menciptakan ruang edukatif dan memupuk rasa cinta terhadap alam, terutama bagi generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif akar rumput dapat membawa dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Red




