Kota Bandung – baladpandawa.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menggelar Seminar Kebebasan Finansial Melalui Entrepreneurship dan Bisnis di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mendorong kesadaran perencanaan keuangan dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda dan kelas menengah.

Seminar ini dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Rini Widyantini, Ketua Dewan Pembina IKA Unpad Burhanuddin Abdullah, Ketua Dewan Penasihat IKA Unpad Omay K. Wiratmaja, serta jajaran pimpinan Universitas Padjadjaran. Turut hadir Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Direktur Operasional PT Taspen Tribuna Phitera Djasa, Direktur Operasional PT Bank BNI Ronny Venir, CEO PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Januar, serta Ketua IKA Psikologi Unpad Dr. Irfan Aulia Syaiful, M.Psi.

Wali Kota Bandung M. Farhan dalam pemaparannya menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan dan tabungan agar tidak habis dalam waktu singkat serta mampu meninggalkan warisan finansial bagi generasi berikutnya. Menurutnya, usia panjang tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas.

“Panjang umur belum tentu produktif. Produktivitas inilah yang mesti kita incar. Kadang-kadang memang kita harus menciptakan kolam-kolam untuk mendapatkan ikan bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Farhan.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya dalam memiliki hunian layak di tengah dominasi sektor informal dan gig worker dalam pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan kelas menengah dinilai menjadi kunci ketahanan ekonomi.

“Kelas menengah ini harus kuat secara finansial. Dan kunci kekuatan finansial dari kelas menengah adalah kebebasan finansial,” tegasnya.

Sementara itu, Ali dari Dental Rakyat menekankan pentingnya literasi dan perencanaan finansial sejak dini, terutama dalam menghadapi masa pensiun. Ia menyampaikan bahwa pada masa pensiun, penghasilan cenderung menurun drastis, sementara kebutuhan hidup justru meningkat.

“Perencanaan finansial yang dilakukan sejak awal akan membuka cakrawala, bahwa keperluan masa pensiun tidak bisa dipersiapkan mendadak, tetapi harus direncanakan jauh-jauh hari,” paparnya.

Di sisi lain, Direktur Operasional BNI Ronny Venir menjelaskan pentingnya perencanaan usaha melalui pemanfaatan akses permodalan, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia mengungkapkan bahwa banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki usaha yang layak (visible), namun terkendala masalah administrasi seperti slip gaji dan riwayat pinjaman daring.

“Jika usahanya visible, bank akan bantu. Pengajuan pembiayaan bisa mulai dari Rp100 juta ke atas. Melalui KUR, BNI memberikan suku bunga rendah dan pendampingan usaha. Ini sudah kami lakukan, dan kami mengajak pelaku UMKM untuk berkembang bersama Bank BNI memajukan usahanya,” jelas Ronny.

Melalui seminar ini, IKA Unpad berharap dapat menjadi motor penggerak peningkatan literasi keuangan, kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi masyarakat sebagai fondasi menuju kebebasan finansial yang berkelanjutan.

Yudhi