Kota Bandung – Baladpandawa.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kolaborasi antara akademisi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam memperkuat pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan berdaya saing.Di UPI Bandung hari Kamis 16/7/2026.

Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan bahwa masing-masing pihak memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Kalangan akademisi berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, riset, serta pendampingan, sementara BUMN seperti Pertamina memiliki dukungan sumber daya dan pendanaan untuk memperkuat program pembinaan UMKM.

“Dananya terbatas, kami punya ilmunya, tetapi Pertamina punya sumber dananya. Itulah bentuk kolaborasi dan sinergi antara akademisi dengan BUMN untuk membina UMKM,” ujarnya.
Selain kolaborasi, pemerintah juga memiliki peran penting dalam menyusun dan mengawal kebijakan agar seluruh program pembinaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap regulasi dinilai menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan setiap program pemberdayaan UMKM di Indonesia.

“Bagaimanapun juga kita hidup di Indonesia, sehingga regulasi yang berlaku harus dipatuhi,” tegasnya.
Melalui sinergi antara akademisi, BUMN, dan pemerintah, diharapkan pembinaan UMKM dapat berlangsung lebih efektif, berkelanjutan, serta mampu mendorong pelaku usaha naik kelas dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Apabila tersedia nama narasumber, jabatan, lokasi, dan waktu kegiatan, rilis ini dapat disempurnakan agar lebih layak dipublikasikan sebagai berita.

Hilman R