Karawang – baladpandawa.com
Langkah tegas dan terobosan baru Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani kenakalan pelajar lewat program pendidikan kedisiplinan di barak militer menuai respons positif dari masyarakat. Program yang dikemas dalam pelatihan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) ini dianggap sebagai jawaban nyata atas persoalan akut seperti tawuran, geng pelajar, dan minimnya keteladanan sosial.
Media Kota melakukan investigasi singkat ke lapangan untuk mengetahui langsung tanggapan warga. Salah satunya adalah Zaenal Mustopa, warga Desa Pasir Mulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Menurutnya, program ini merupakan angin segar yang selama ini ditunggu masyarakat.
“Menurut saya program ini cukup bagus untuk mengatasi permasalahan siswa tawuran atau geng-gengan sekaligus memanusiakan pelajar tersebut. Kita berpikir positif dengan program ini. Daripada selama ini tidak ada solusi, biarlah pengamat dan pengkritik KDM hanya berwacana. Maju terus, Bapa Aing!” ujar Zaenal dengan semangat.
Tak hanya masyarakat biasa, kalangan aktivis pendidikan pun menyatakan dukungannya. Salah satu staf pengajar SMA sekaligus aktivis yang pernah menggugat kebijakan Mendikbudristek tahun lalu, Kang Omat, menilai bahwa program PPBN ini layak diapresiasi sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam menyelesaikan masalah kenakalan pelajar.
“Kebijakan Gubernur memasukkan siswa ‘nakal’ dalam pelatihan PPBN patut diapresiasi. Karena dengan program itu, ada bentuk kepedulian nyata dari pemerintah dan masyarakat. Selama ini masalah kenakalan pelajar hanya ramai saat kejadian, tapi tak pernah menyentuh akar masalah. Kini ada gubernur yang peduli, dan masyarakat menyambutnya dengan gembira. Kenapa kami tidak mendukungnya?” tegas Kang Omat.
Program ini sekaligus menjadi sindiran keras terhadap pihak-pihak yang hanya mampu mengkritik tanpa solusi. Gubernur KDM dinilai tidak hanya bicara, tapi bertindak langsung menyentuh akar persoalan sosial di kalangan pelajar.
Red





